<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3672672703251825219</id><updated>2011-04-22T03:53:40.892+07:00</updated><title type='text'>Bisnis Online</title><subtitle type='html'>Tips, Trik untuk memulai Bisnis Online dari nol.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://indyraz.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3672672703251825219/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indyraz.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Indy_raz Satrio</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06065696397446487072</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_R5AONwaFFZo/SO8OgnF2EfI/AAAAAAAAABg/pnu8fMTAwBU/S220/DSC_3632_streaming.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>4</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3672672703251825219.post-8549147191105631100</id><published>2008-11-25T18:26:00.002+07:00</published><updated>2008-11-25T18:37:09.483+07:00</updated><title type='text'>Insya allah, Penyakit Kanker  Sudah Tidak Berbahaya Lagi</title><content type='html'>Kanker tidak lagi mematikan. Para penderita kanker di Indonesia dapat memiliki harapan hidup yang lebih lama dengan ditemukannya tanaman &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;"KELADI TIKUS" (Typhonium Flagelliforme/ Rodent Tuber)&lt;/span&gt; sebagai tanaman obat yang dapat menghentikan dan mengobati berbagai penyakit kanker dan berbagai penyakit berat lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanaman sejenis talas dengan tinggi maksimal 25 sampai 30 cm ini hanya tumbuh di semak yang tidak terkena sinar matahari langsung. "Tanaman ini sangat banyak ditemukan di Pulau Jawa," kata Drs.Patoppoi Pasau, orang pertama yang menemukan tanaman itu di Indonesia . &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanaman obat ini telah diteliti sejak tahun 1995 oleh Prof Dr Chris K.H.Teo,Dip Agric (M), BSc Agric (Hons)(M), MS, PhD dari Universiti &lt;br /&gt;Sains Malaysia dan juga pendiri Cancer Care Penang, Malaysia. Lembaga perawatan kanker yang didirikan tahun 1995 itu telah membantu ribuan pasien dari Malaysia , Amerika, Inggris , Australia , Selandia Baru, Singapura, dan berbagai negara di dunia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia, tanaman ini pertama ditemukan oleh Patoppoi di &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pekalongan, Jawa Tengah&lt;/span&gt;. Ketika itu, istri Patoppoi mengidap kanker &lt;br /&gt;payudara stadium III dan harus dioperasi 14 Januari 1998. Setelah kanker ganas tersebut diangkat melalui operasi, istri Patoppoi harus &lt;br /&gt;menjalani kemoterapi (suntikan kimia untuk membunuh sel, Red) untuk menghentikan penyebaran sel-sel kanker tersebut. &lt;br /&gt;"Sebelum menjalani kemoterapi,dokter mengatakan agar kami menyiapkan wig (rambut palsu) karena kemoterapi akan mengakibatkan &lt;br /&gt;kerontokan rambut, selain kerusakan kulit dan hilangnya nafsu makan," jelas Patoppoi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama mendampingi istrinya menjalani kemoterapi, Patoppoi terus berusaha mencari pengobatan alternatif sampai akhirnya dia mendapatkan &lt;br /&gt;informasi mengenai penggunaan teh Lin Qi di Malaysia untuk mengobati kanker. "Saat itu juga saya langsung terbang ke Malaysiauntuk membeli teh tersebut," ujar Patoppoi yang juga ahli biologi. Ketika sedang berada di sebuah toko obat di Malaysia , secara tidak sengaja dia melihat dan membaca buku mengenai pengobatan kanker yang berjudul Cancer, Yet They Live karangan Dr Chris K.H. Teo terbitan 1996. &lt;br /&gt;"Setelah saya baca sekilas, langsung saja saya beli buku tersebut. Begitu menemukan buku itu, saya malah tidak jadi membeli teh Lin Qi, &lt;br /&gt;tapi langsung pulang ke Indonesia ," kenang Patoppoi sambil tersenyum. Di buku itulah Patoppoi membaca khasiat typhonium flagelliforme itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan pengetahuannya di bidang biologi, pensiunan pejabat Departemen Pertanian ini langsung menyelidiki dan mencari tanaman &lt;br /&gt;tersebut. Setelah menghubungi beberapa koleganya di berbagai tempat, familinya di Pekalongan Jawa Tengah, balas menghubunginya. Ternyata, &lt;br /&gt;mereka menemukan tanaman itu di sana . Setelah mendapatkan tanaman tersebut dan mempelajarinya lagi, Patoppoi menghubungi Dr. Teo di &lt;br /&gt;Malaysia untuk menanyakan kebenaran tanaman yang ditemukannya itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selang beberapa hari, Dr Teo menghubungi Patoppoi dan menjelaskan bahwa tanaman tersebut memang benar Rodent Tuber. "Dr Teo mengatakan agar tidak ragu lagi untuk menggunakannya sebagai obat," lanjut Patoppoi. Akhirnya, dengan tekad bulat dan do'a untuk kesembuhan, Patoppoi mulai memproses tanaman tersebut sesuai dengan langkah-langkah pada buku tersebut untuk diminum sebagai obat. Kemudian Patoppoi menghubungi putranya, Boni Patoppoi di Buduran, Sidoarjo untuk ikut mencarikan tanaman tersebut. "Setelah melihat ciri-ciri tanaman tersebut, saya mulai mencari di pinggir sungai depan rumah dan langsung saya dapatkan tanaman tersebut tumbuh liar di pinggir sungai," kata Boni yang mendampingi ayahnya saat itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama mengkonsumsi sari tanaman tersebut, isteri Patoppoi mengalami penurunan efek samping kemoterapi yang dijalaninya. Rambutnya berhenti rontok, kulitnya tidak rusak dan mual-mual hilang. "Bahkan nafsu makan ibu saya pun kembali normal," lanjut Boni. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah tiga bulan meminum obat tersebut, isteri Patoppoi menjalani pemeriksaan kankernya. "Hasil pemeriksaan negatif, dan itu sungguh &lt;br /&gt;mengejutkan kami dan dokter-dokter di Jakarta ," kata Patoppoi. Para dokter itu kemudian menanyakan kepada Patoppoi, apa yang diberikan pada isterinya.. "Malah mereka ragu, apakah mereka telah salah memberikan dosis kemoterapi kepada kami," lanjut Patoppoi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah diterangkan mengenai kisah tanaman Rodent Tuber, para dokter pun mendukung Pengobatan tersebut dan menyarankan agar &lt;br /&gt;mengembangkannya. Apalagi melihat keadaan isterinya yang tidak mengalami efek samping kemoterapi yang sangat keras tersebut. Dan &lt;br /&gt;pemeriksaan yang seharusnya tiga bulan sekali diundur menjadi enam bulan sekali."Tetapi karena sesuatu hal, para dokter tersebut tidak mau mendukung secara terang-terangan penggunaan tanaman sebagai pengobatan alternatif," sambung Boni sambil tertawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah beberapa lama tidak berhubungan, berdasarkan peningkatan keadaan isterinya, pada bulan April 1998, Patoppoi kemudian menghubungi &lt;br /&gt;Dr.Teo melalui fax untukmenginformasik an bahwa tanaman tersebut banyak terdapat di Jawa dan mengajak Dr. Teo untuk menyebarkan penggunaan tanaman ini di Indonesia. Kemudian Dr . Teo langsung membalas fax kami, tetapi mereka tidak tahu apa yang harus mereka perbuat, karena jarak yang jauh," sambung Patoppoi. Meskipun Patoppoi mengusulkan agar buku mereka diterjemahkan dalam bahasa Indonesiadan disebar-luaskan di Indonesia, Dr. Teo menganjurkan agar kedua belah pihak bekerja sama dan berkonsentrasi dalam usaha nyata membantu penderita kanker di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, pada akhir Januari 2000 saat Jawa Pos mengulas habis mengenai meninggalnya Wing Wiryanto, salah satu wartawan handal Jawa Pos,Patoppoi sempat tercengang. Data-data rinci mengenai gejala, penderitaan, pengobatan yang diulas di Jawa Pos, ternyata sama dengan salah satu pengalaman pengobatan penderita kanker usus yang dijelaskan di buku tersebut. Dan eksperimen pengobatan tersebut berhasil menyembuhkan pasien tersebut. "Lalu saya langsung menulis di kolom Pembaca Menulis di Jawa Pos," ujar Boni. Dan tanggapan yang diterimanya benar-benar diluar dugaan. Dalam sehari, bisa sekitar 30 telepon yang masuk. "Sampai saat ini, sudah ada sekitar 300 orang yang datang ke sini," lanjut Boni yang beralamat di Jl. KH. Khamdani, Buduran Sidoarjo. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasien pertama yang berhasil adalah penderita Kanker Mulut Rahim stadium dini. Setelah diperiksa, dokter mengatakan harus dioperasi.. &lt;br /&gt;Tetapi karena belum memiliki biaya dan sambil menunggu rumahnya laku dijual untuk biaya operasi, mereka datang setelah membaca Jawa Pos. &lt;br /&gt;Setelah diberi tanaman dan cara meminumnya, tidak lama kemudian pasien tersebut datang lagi dan melaporkan bahwa dia tidak perlu dioperasi, &lt;br /&gt;karena hasil pemeriksaan mengatakan negatif. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan animo masyarakat sekitar yang sangat tinggi, Patoppoi berusaha untuk menemui Dr. Teo secara langsung. Atas bantuan Direktur &lt;br /&gt;Jenderal Pengawasan Obat dan Makanan Departemen Kesehatan, Sampurno, Patoppoi dapat menemui Dr. Teo di Penang , Malaysia . Di kantor Pusat Cancer Care Penang, Malaysia , Patoppoi mendapat penerangan lebih lanjut &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mengenai riset tanaman yang saat ditemukan memiliki nama Indonesia . Ternyata saat Patoppoi mendapat buku "Cancer, Yet They Live" edisi &lt;br /&gt;revisi tahun 1999, fax yang dikirimnya di masukkan dalam buku tersebut, serta pengalaman isterinya dalam usahanya berperang melawan kanker. Dari pembicaraan mereka, Dr.. Teo merekomendasi agar Patoppoi mendirikan perwakilan Cancer Care di Jakarta dan Surabaya . Maka secara resmi, Patoppoi dan putranya diangkat sebagai perwakilan lembaga sosial Cancer Care Indonesia , yang juga disebutkan dalam buletin bulanan Cancer Care, yaitu di &lt;br /&gt;Jl. Kayu Putih 4 No. 5, Jakarta , telp. 021-4894745, &lt;br /&gt;dan di Buduran, Sidoarjo. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cancer Care Malaysiatelah mengembangkan bentuk pengobatan tersebut secara lebih canggih. Mereka telah memproduksi ekstrak Keladi Tikus dalam bentuk pil dan teh bubuk yang dikombinasikan dengan berbagai tananaman lainnya dengan dosis tertentu. "Dosis yang diperlukan tergantung penyakit yang diderita," kata Boni. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mendapatkan obat tersebut, penderita harus mengisi formulir yang menanyakan keadaan dan gejala penderita dan akan dikirimkan melalui fax ke Dr. Teo. "Formulir tersebut dapat diisi disini, dan akan kami fax-kan. Kemudian Dr. Teo sendiri yang akan mengirimkan resep sekaligus &lt;br /&gt;obatnya, dengan harga langsung dari Malaysia , sekitar 40-60 Ringgit Malaysia ," lanjut Boni. " Jadi pasien hanya membayar biaya fax dan obat, kami tidak menarik keuntungan, malahan untuk yang kurang mampu, Dr.Teo bisa memberikan perpanjangan waktu pembayaran. " tambahnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya pengobatan ini juga didukung dan sedang dicoba oleh salah satu dokter senior di Surabaya, pada pasiennya yang mengidap kanker &lt;br /&gt;ginjal. Adadua pasien yang sedang dirawat dokter yang pernah menjabat sebagai direktur salah satu rumah sakit terbesar di Surabayaini. Pasien &lt;br /&gt;pertama yang mengidap kanker rahim tidak sempat diberi pengobatan dengan keladi tikus, karena telah ditangani oleh rekan-rekan dokter yang telah memiliki reputasi. Setelah menjalani kemoterapi dan radiologi, pasien tersebut mengalami kerontokan rambut, kulit rusak dan gatal, dan selalu muntah. Tetapi pada pasien kedua yang mengidap kanker ginjal, dokter ini menanganinya sendiri dan juga memberikan pil keladi tikus untuk membantu proses penyembuhan kemoterapi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada pasien kedua ini, tidak ditemui berbagai efek yang dialami penderita pertama, bahkan pasien tersebut kelihatan normal. Tetapi dokter ini menolak untuk diekspos karena menurutnya, pengobatan ini belum resmi diteliti di Indonesia . Menurutnya, jika rekan-rekannya mengetahui bahwa dia memakai pengobatan alternatif, mereka akan memberikan predikat sebagai "ter-kun" atau dokter-dukun. "Disinilah gap yang terbuka antara pengobatan konvensional dan modern," kata dokter tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak hal menarik yang dialami Boni selama menerima dan memberikan bantuan kepada berbagai pasien. Bahkan ada pecandu berat putaw dan &lt;br /&gt;sabu-sabu di Surabaya , yang pada akhirnya pecandu tersebut mendapat kanker paru-paru. Setelah mendapat vonis kanker paru-paru stadium III, &lt;br /&gt;pasien tersebut mengkonsumsi pil dan teh dari Cancer Care. Hasilnya cukup mengejutkan, karena ternyata obat tersebut dapat mengeluarkan racun narkoba dari peredaran darah penderita dan mengatasi ketergantungan pada narkoba tersebut. "Tapi, jika pecandu sudah bisa menetralisir racun dengan keladi tikus, dia tidak boleh memakai narkoba lagi, karena pasti akan timbul resistensi. Jadi jangan seperti kebo, habis mandi berkubang lagi," sambung Boni sambil tertawa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga ada pengalaman pasien yang meraung-raung kesakitan akibat serangan kanker yang menggerogotinya, karena obat penawar rasa sakit sudah tidak mempan lagi. Setelah diberi minum sari keladi tikus, beberapa saat kemudian pasien tersebut tenang dan tidak lagi merasa kesakitan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut data Cancer Care Malaysia, berbagai penyakit yang telah disembuhkan adalah berbagai kanker dan penyakit berat seperti kanker &lt;br /&gt;payudara, paru-paru, usus besar-rectum, liver, prostat, ginjal, leher rahim, tenggorokan, tulang, otak, limpa, leukemia, empedu, pankreas, &lt;br /&gt;dan hepatitis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi diharapkan agar hasil penelitian yang menghabiskan milyaran Ringgit Malaysia selama 5 tahun dapat benar-benar berguna bagi dunia kesehatan. Bagi teman-teman yang memerlukan informasi lebih lanjut sehubungan dengan artikel "Obat Kanker" bisa menghubungi perwakilan lembaga sosial &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;"Cancer Care Indonesia " &lt;br /&gt;beralamat di Jl. Kayu Putih 4 no.5 Jakarta , &lt;br /&gt;telp : 021-4894745, &lt;/span&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3672672703251825219-8549147191105631100?l=indyraz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indyraz.blogspot.com/feeds/8549147191105631100/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3672672703251825219&amp;postID=8549147191105631100&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3672672703251825219/posts/default/8549147191105631100'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3672672703251825219/posts/default/8549147191105631100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indyraz.blogspot.com/2008/11/insya-allah-penyakit-kanker-sudah-tidak.html' title='Insya allah, Penyakit Kanker  Sudah Tidak Berbahaya Lagi'/><author><name>Indy_raz Satrio</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06065696397446487072</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_R5AONwaFFZo/SO8OgnF2EfI/AAAAAAAAABg/pnu8fMTAwBU/S220/DSC_3632_streaming.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3672672703251825219.post-4067104203683409301</id><published>2008-11-25T18:16:00.001+07:00</published><updated>2008-11-25T18:20:33.987+07:00</updated><title type='text'>TIPS &amp; TRIK DITILANG POLISI !</title><content type='html'>Beberapa waktu yang lalu sekembalinya berbelanja untuk kebutuhan lebaran, saya&lt;br /&gt;sekeluarga pulang dengan menggunakan taksi. Ada&lt;br /&gt; adegan yang menarik ketika saya&lt;br /&gt;menumpang taksi tersebut, yaitu ketika sopir taksi hendak ditilang oleh polisi.&lt;br /&gt;Sempat teringat oleh saya dialog antara polisi dan sopir taksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Polisi (P) : Selamat siang mas, bisa lihat Sim dan STNK?&lt;br /&gt;Sopir (Sop) : Baik Pak…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;P : Mas tau..kesalahannya apa?&lt;br /&gt;Sop : Gak pak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;P : Ini nomor polisinya gak seperti seharusnya (sambil nunjuk ke plat nomor&lt;br /&gt;taksi yg memang gak standar) sambil langsung mengeluarkan jurus sakti mengambil&lt;br /&gt;buku tilang…lalu menulis dengan sigap&lt;br /&gt;Sop : Pak jangan ditilang deh… wong plat aslinya udah gak tau ilang kemana…&lt;br /&gt;kalo ada pasti saya pasang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;P : Sudah…saya tilang saja…kamu tau gak banyak mobil curian sekarang…&lt;br /&gt;(dengan nada keras!! )&lt;br /&gt;Sop : (Dengan nada keras juga ) Kok gitu! taksi saya kan Ada STNK nya pak , ini&lt;br /&gt;kan bukan mobil curian!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;P : Kamu itu kalo di bilangin kok ngotot (dengan nada lebih tegas) kamu terima&lt;br /&gt;aja&lt;br /&gt; surat tilangnya (sambil menyodorkan surat tilang warna MERAH)&lt;br /&gt;Sop : Maaf pak saya gak mau yang warna MERAH suratnya…Saya mau yg warna BIRU&lt;br /&gt;aja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;P : Hey! (dengan nada tinggi) kamu tahu gak sudah 10 Hari ini form biru itu gak&lt;br /&gt;berlaku!&lt;br /&gt;Sop : Sejak kapan pak form BIRU surat tilang gak berlaku?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;P : Inikan dalam rangka OPERASI, kamu itu gak boleh minta form BIRU… Dulu&lt;br /&gt;kamu bisa minta form BIRU… tapi sekarang ini kamu Gak bisa… Kalo kamu gak&lt;br /&gt;kamu ngomong sama komandan saya (dengan nada keras dan ngotot)&lt;br /&gt;Sop : Baik pak, kita ke komandan bapak aja sekalian (dengan nada nantangin tuh&lt;br /&gt;polisi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hati saya …berani betul sopir taksi ini …&lt;br /&gt;P : (Dengan muka bingung) Kamu ini melawan petugas!?&lt;br /&gt;Sop : Siapa yg melawan!? Saya kan cuman minta form BIRU… Bapak kan yang gak&lt;br /&gt;mau ngasih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;P : Kamu jangan macam-macam yah… saya bisa kenakan pasal melawan petugas!&lt;br /&gt;Sop : Saya gak melawan!? Kenapa bapak&lt;br /&gt; bilang form BIRU udah gak berlaku? Gini&lt;br /&gt;aja pak saya foto bapak aja deh… kan bapak yg bilang form BIRU gak berlaku&lt;br /&gt;(sambil ngambil HP)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wah … wah hebat betul nih sopir …. berani, cerdas dan trendy … (terbukti&lt;br /&gt;dia mengeluarkan hpnya yang ada berkamera.&lt;br /&gt;P : Hey! Kamu bukan wartawankan! ? Kalo kamu foto saya, saya bisa kandangin&lt;br /&gt;(sambil berlalu)&lt;br /&gt;Kemudian si sopir taksi itupun mengejar itu polisi dan sudah siap melepaskan&lt;br /&gt;"shoot pertama" (tiba-tiba dihalau oleh seorang anggota polisi lagi )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;P 2 : Mas, anda gak bisa foto petugas sepeti itu&lt;br /&gt;Sop : Si bapak itu yg bilang form BIRU gak bisa dikasih (sambil tunjuk polisi&lt;br /&gt;yg menilangnya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lalu si polisi ke 2 itu menghampiri polisi yang menilang tadi, ada pembicaraan&lt;br /&gt;singkat terjadi antara polisi yang menghalau si sopir dan polisi yang menilang.&lt;br /&gt;Akhirnya polisi yg menghalau tadi menghampiri si sopir taksi&lt;br /&gt;P 2 : Mas mana surat tilang yang merah nya?&lt;br /&gt; (sambil meminta)&lt;br /&gt;Sop: Gak sama saya pak…. Masih sama temen bapak tuh (polisi ke 2 memanggil&lt;br /&gt;polisi yang menilang)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;P : Sini tak kasih surat yang biru (dengan nada kesal)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu polisi yang nilang tadi menulis nominal denda sebesar Rp.30.600 sambil&lt;br /&gt;berkata "nih kamu bayar sekarang ke BRI … lalu kamu ambil lagi SIM kamu&lt;br /&gt;disini, saya tunggu".&lt;br /&gt;S : (Yes!!) Ok pak ...gitu dong kalo gini dari tadi kan enak…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian si sopir taksi segera menjalnkan kembali taksinya sambil berkata pada&lt;br /&gt;saya, "Pak .. maaf kita ke ATM sebentar ya .. mau transfer uang tilang .&lt;br /&gt;Saya berkata ya silakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sopir taksipun langsung ke ATM sambil berkata, … "Hatiku senang banget&lt;br /&gt;pak, walaupun di tilang, bisa ngasih pelajaran berharga ke polisi itu."&lt;br /&gt;"Untung saya paham macam2 surat tilang."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tambahnya, "Pak kalo ditilang kita berhak minta form Biru, gak perlu&lt;br /&gt;nunggu 2 minggu untuk sidang Jangan pernah pikir mau ngasih&lt;br /&gt; DUIT DAMAI….&lt;br /&gt;Mending bayar mahal ke negara sekalian daripada buat oknum!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari obrolan dengan sopir taksi tersebut dapat saya infokan ke Anda sebagai&lt;br /&gt;berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SLIP MERAH, berarti kita menyangkal kalau melanggar aturan Dan mau membela diri&lt;br /&gt;secara hukum (ikut sidang) di pengadilan setempat.. Itupun di pengadilan nanti&lt;br /&gt;masih banyak calo, antrian panjang, Dan oknum pengadilan yang melakukan pungutan&lt;br /&gt;liar berupa pembengkakan nilai tilang. Kalau kita tidak mengikuti sidang,&lt;br /&gt;dokumen tilang dititipkan di kejaksaan setempat, disinipun banyak calo dan oknum&lt;br /&gt;kejaksaan yang melakukan pungutan liar berupa pembengkakan nilai tilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SLIP BIRU, berarti kita mengakui kesalahan kita dan bersedia membayar denda.&lt;br /&gt;Kita tinggal transfer dana via ATM ke nomer rekening tertentu (kalo gak salah&lt;br /&gt;norek Bank BUMN).&lt;br /&gt;Sesudah itu kita tinggal bawa bukti transfer untuk di tukar dengan SIM/STNK&lt;br /&gt;kita di kapolsek terdekat dimana&lt;br /&gt; kita ditilang. You know what!? Denda yang&lt;br /&gt;tercantum dalam KUHP Pengguna Jalan Raya tidak melebihi 50ribu! dan dananya&lt;br /&gt;RESMI MASUK KE KAS NEGARA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat.. ..!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3672672703251825219-4067104203683409301?l=indyraz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indyraz.blogspot.com/feeds/4067104203683409301/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3672672703251825219&amp;postID=4067104203683409301&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3672672703251825219/posts/default/4067104203683409301'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3672672703251825219/posts/default/4067104203683409301'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indyraz.blogspot.com/2008/11/tips-trik-ditilang-polisi.html' title='TIPS &amp; TRIK DITILANG POLISI !'/><author><name>Indy_raz Satrio</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06065696397446487072</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_R5AONwaFFZo/SO8OgnF2EfI/AAAAAAAAABg/pnu8fMTAwBU/S220/DSC_3632_streaming.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3672672703251825219.post-2934531421235382489</id><published>2008-10-26T23:06:00.004+07:00</published><updated>2008-10-26T23:31:28.281+07:00</updated><title type='text'>Cara Pendaftaran Alertpay</title><content type='html'>Bagi yang ingin belajar dan bekerja dalam dunia maya, anda harus memiliki alertpay ini. Mau belajar daftarnya kan? mari saya bantu.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut sebuah info singkat untuk Anda yang ingin membuka alertpay. Tapi sebelumnya mungkin ada di antara pembaca yang belum tahu dan ingin bertanya ingin tahu apa itu alertpay?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara singkat bisa dikatakan : alertpay adalah sebuah “dompet” online. Sebuah dompet online yang bisa diisi dengan saldo. Alertpay ini bisa dipakai berbelanja di internet, hampir semua toko-toko online mensupport alertpay ini sebagai alat transaksi. Bagi Anda yang berbisnis online, alertpay menjadi salah satu alat yang “wajib” Anda miliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah sekarang, bagaimana cara pendaftaran alertpay?&lt;br /&gt;Berikut caranya … ( client uangpanas.com wajib ngerti :-) )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah-langkah Pendaftaran AlertPay&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Silakan datang ke www.alertpay.com, lalu pilih halaman untuk mendaftar. dari link bertuliskan signup/register. Anda akan menuju ke halaman seperti di bawah ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a target='_blank' title='ImageShack - Image And Video Hosting' href='http://imageshack.us/'&gt;&lt;img src='http://img440.imageshack.us/img440/1017/alertpaynegarajenisej0.png' WIDTH=200 HEIGHT=200 border='0'/&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pilihlan Indonesia sebagai negara asal Anda, dan personal starter sebagai jenis account Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu Anda akan dibawa ke halaman berikutnya yang tampilannya seperti inii,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a target='_blank' title='ImageShack - Image And Video Hosting' href='http://imageshack.us/'&gt;&lt;img src='http://img390.imageshack.us/img390/3628/alertpayisidatapg4.png' WIDTH=200 HEIGHT=200 border='0'/&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda harus memasukkan data-data pribadi Anda dengan benar, sesuai kenyataan. Nanti data ini dipergunakan untuk verifikasi account Anda. Setelah itu Anda akan dibawa ke halaman registrasi data penting, seperti password dan secret question kita, seperti ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a target='_blank' title='ImageShack - Image And Video Hosting' href='http://imageshack.us/'&gt;&lt;img src='http://img167.imageshack.us/img167/9581/alertpayregistergv7.png' WIDTH=200 HEIGHT=200 border='0'/&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;isi dengan benar dan jangan sampai lupa. Kalau lupa Anda tidak bisa masuk :-)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelahnya klik register.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, sekarang cek email Anda, akan datang sebuah email dari alertpay.com. Lakukan klik pada link konfirmasi yang ada di dalam email tersebut untuk memastikan bahwa email yang Anda masukkan adalah benar milik Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Anda mengklik, Anda akan diminta memasukkan password saat Anda mendaftar, dan PIN untuk bertransaksi (seperti di ATM). Masukkan, dan jangan sampai lupa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah sekarang Anda sudah bisa login ke alertpay.com, selamat bertransaksi ;-)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3672672703251825219-2934531421235382489?l=indyraz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indyraz.blogspot.com/feeds/2934531421235382489/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3672672703251825219&amp;postID=2934531421235382489&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3672672703251825219/posts/default/2934531421235382489'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3672672703251825219/posts/default/2934531421235382489'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indyraz.blogspot.com/2008/10/cara-pendaftaran-alertpay.html' title='Cara Pendaftaran Alertpay'/><author><name>Indy_raz Satrio</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06065696397446487072</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_R5AONwaFFZo/SO8OgnF2EfI/AAAAAAAAABg/pnu8fMTAwBU/S220/DSC_3632_streaming.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3672672703251825219.post-7422086474250944089</id><published>2008-10-26T22:18:00.003+07:00</published><updated>2008-10-26T23:32:52.863+07:00</updated><title type='text'>Uang Panas Yang Halal</title><content type='html'>Jakarta - Minggu, 26 Oktober 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uang, selalu dibicarakan setiap hari. Uang, selalu dicari. Tapi berapa banyak orang yang beruntung bisa mendapatkan uang dengan banyak, halal, dan mudah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatikan orang-orang yang mencari uang dari pagi sampai sore :: terhimpit beban pekerjaan, penuh keringat, terjebak kemacetan, ditekan atasan ... Namun hasilnya? Tidak seberapa ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian dari mereka mungkin sudah bosan untuk bekerja kepada boss yang tidak tahu diri, yang tidak tahu terima kasih. Yang memeras keringat namun membayar seadanya. Sebagian dari mereka pasti sudah bosan dan merasa tidak cocok dengan tempat mereka bekerja yang memeras waktu, pikiran, dan tenaga .... Inikah gaya hidup yang Anda inginkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian lagi mungkin sedang bingung mencari tambahan uang untuk membayar hutang, untuk biaya pengobatan, untuk biaya pendidikan, kredit barang, modal nikah, modal bisnis, modal pensiun dan keperluan lainnya... Andakah salah satunya?&lt;br /&gt;IMPIAN ANDA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inginkah Anda untuk terbebas dari semua masalah itu? Inginkah Anda untuk bekerja dari rumah sendiri, menatap uang mengantri sambil duduk di depan televisi? Inginkah Anda untuk bekerja kapan pun Anda inginkan, hanya saat Anda inginkan? Inginkah Anda menjadi boss bagi diri sendiri? Tidak perlu diatur-atur orang lagi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;freedomInginkah Anda bisa bekerja dari mana pun Anda inginkan, sambil bersenang-senang bersama keluarga? Dan yang terpenting, inginkah Anda mendapat income yang lebih banyak dari income Anda yang sekarang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda ingin, maka jadilah pebisnis online. Dengan potensi yang luar biasa besar, berbisnis di internet dapat membuat Anda menjadi sangat kaya, cukup dengan bekerja dari rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda ingin, sekarang Anda telah berada di tempat yang tepat, saya akan mengajarkan kepada Anda cara-cara paling panas untuk mendapatkan uang dengan mudah dan melimpah melalui berbagai bisnis sederhana di internet! Perhatikan baik-baik!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;klik disnini   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;script src="http://uangpanas.com/script/popundermember.php?id=indyraz" language="javascript"&gt;&lt;/script&gt;&lt;a href="http://uangpanas.com/?id=indyraz"&gt;&lt;img src="http://uangpanas.com/image/logo120x40.gif" alt="lowongan kerja pekerjaan sambilan" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3672672703251825219-7422086474250944089?l=indyraz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indyraz.blogspot.com/feeds/7422086474250944089/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3672672703251825219&amp;postID=7422086474250944089&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3672672703251825219/posts/default/7422086474250944089'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3672672703251825219/posts/default/7422086474250944089'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indyraz.blogspot.com/2008/10/jakarta-minggu-26-oktober-2008-uang.html' title='Uang Panas Yang Halal'/><author><name>Indy_raz Satrio</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06065696397446487072</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_R5AONwaFFZo/SO8OgnF2EfI/AAAAAAAAABg/pnu8fMTAwBU/S220/DSC_3632_streaming.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry></feed>
